Pep Guardiola, Pelatih Yang Butuh Latihan

Pep Guardiola, Pelatih Yang Butuh Latihan

Pep Guardiola – Saat menentukan siapakah pemegang kursi kepemimpinan klub Barcelona pada 2003 lalu, terdapat dua orang saling bersaing memperebutkannya. Mereka adalah Joan Laporta dan Luis Bassat. Kala itu, mereka punya tugas untuk mencari sendiri calon pelatih team andalan pribadi demi menjadikannya satu manajemen yang dimana memang banyak sekali orang yang gemar bermain Daftar Judi Gaple Online terpercaya yang juga ada di Indonesia sebagai salah satu agen judi gaple online terbaik atau judi gaple online uang asli.

Entah kenapa, naluri Bassat mengisyaratkan kepada suatu sosok berulang kali sampai ia terbayang wajahnya senantiasa. Pep Guardiola lah orang yang diidamkan oleh Bassat untuk memegang posisi pelatih Barca dalam kubu pengelolaannya. Ia sempat dilecehkan oleh saingannya atas narasi yang digaungkannya. Kompetitornya mengganggap Pep Guardiola sebagai pelatih yang butuh latihan.

Pep Guardiola, Pelatih Yang Butuh Latihan1

Namun, Bassat tidak sanggup membayangkan keberadaan siapapun selain Pep untuk memperkuat lini perang raksasa Spanyol tersebut. Tanpa berlama-lama, Luis segera berangkat menuju kota tempat Pep berdomisili.

Luis Bassat sudah mengincar Pep sejak lama, jauh ketika Guardiola masih berprofesi sebagai pemain aktif membela klub AS Roma. Bakal calon presiden Barca itu mempunyai keinginan kuat untuk mengincar Pep sampai dapat sebisa mungkin.

Beberapa pemangku kepentingan dalam tubuh Barca sempat ragu dengan ide Bassat dan menganggapnya tidak waras. Betul sekali, mungkin saja Luis Bassat memang sudah gila karena menyasar anak muda berusia 32 tahun yang masih bau kencur serta minim pengalaman.

Percuma saja menanggapi statement barusan, sebab sudah sewajarnya mencari pelatih yang sudah pensiun sebagai pemain. Makanya daripada ribet membela diri, Luis Bassat lebih banyak diam dan berjuang membuktikannya dengan membawa segudang prestasi di kemudian hari.

Pelatih Pep Guardiola Memiliki Kecintaan Terhadap Barcelona

Bassat masih mengingat dengan jelas, ia rela terbang jauh menuju Roma hanya demi menemui Pep dan meyakinkannya untuk menandatangi perjanjian konrtak. Sambutan Pep terhadapnya jauh keluar dari ekspektasi, pasalnya ia mengaku memiliki kecintaan terhadap Barcelona sebagai tim favoritnya.

Memiliki Kecintaan Terhadap Barcelona

Selama perbincangan, Pep sudah menunjukkan kecerdasan dari caranya bertutur kata, sehingga Bassat yakin ia pasti berjuang sepenuh hati demi klub. Keraguan justru datang dari pihak Pep Guardiola sendiri sebabnya ialah sikap rendah hati yang terwujud dari pernyataan mulutnya. Pep merasa ia belumlah pantas untuk menjabat sebagai pelatih. Perundingan alot antara kedua pria ini berlangsung cukup lama mencapai 6 jam.

Merasa bahwa tidak mungkin bisa memenangkan perdebatan, Bassat mengalah dan menyudahi kunjungannya. Tapi ia sama sekali belum menyerah dalam rangka memboyong Pep ke dalam jajaran pemerintahan klub Barca.

Ia berujar dalam hati, “Baiklah apabila dia menolak menjadi pelatih, maka kali ini aku akan menawarkannya posisi direktur klub saja. Tidak mungkin Pep melewatkan jabatan menggiurkan tersebut” begitu pemikiran dalam benaknya. Luis Bassat sangat yakin bahwa totalitas Pep akan menorehkan prestasi cemerlang di dunia sepakbola Spanyol.

Tokoh Berpengaruh Sejarah Sepak Bola Dunia

Sepertinya, Bassat harus melupakan pengejaran akan ambisinya untuk sementara waktu. Ia mesti cukup puas dengan hasil akhir voting di urutan kedua. Waktu Tuhan tidak pernah terlambat adalah peribahasa yang kemungkinan besar memang benar adanya. Beberapa saat setelah pertemuan mereka, Pep mengambil keputusan untuk pensiun dini serta mengikuti kurikulum pelajaran untuk menghadapi ujian dasar-dasar sebagai pelatih.

Seperti hasil tebakan, Pep sukses meraih sertifikat kelulusan sehingga resmi sudah ia berprofesi sebagai pelatih klub sepak bola. Tanpa membuang waktu, Bassat segera meminangnya mengisi kursi pelatih pada team B klub Barcelona. Kini tiba saatnya bagi Luis untuk memulai ajang pembuktian atas pemikirannya tersebut.

Tokoh Berpengaruh Sejarah Sepak Bola Dunia

Tepat pada bulan Juni tahun 2007, dibuatlah rapat terbatas bersama seluruh pemangku kepentingan klub Barcelona. Di antaranya yaitu seperti Laporta, John Cruyff, dan juga sang direksi Evarist Murtra. Meski belum punya jam terbang layaknya SIr Alex Ferguson, publik dapat merasakan aura memimpin fresh, berambisi, serta haus memenangkan piala. Ia bertekad untuk mempersembahkan kemenangan gemilang bagi team besutannya supaya bisa naik ke permukaan.

Ia bersumpah, apabila gagal maka dirinya secara sukarela akan langsung mengundurkan diri sebagai coach Barca. Lebih baik baginya mundur daripada harus menanggung malu akibat target ringan yang semestinya sangat mudah dicapai menurutnya. Begitulah awal mula Pep menjelma menjadi tokoh berpengaruh besar tertuang dalam buku sejarah sepak bola dunia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *